Kamis, 08 Desember 2022

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

PENINGKATAN PEMBELAJARAN NORMA DAN KEADILAN MELALUI MODEL PEMBELARAN PJBL DENGAN MEDIA VIDEO DI KELAS 7C SMP IT FITRAH INSANI

 

 

Lokasi

SMP IT FITRAH INSANI

 

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Pertama

 

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran materi  Norma dan keadilan melalui  Model PjBL dengan media pembelajaran Pembuatan Video

 

Penulis

Ummi hendrawati S.H/ MAHASISWA PPG UPI 2022

 

Tanggal

6 Desember 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk di laksanakan , apa yang menjadi peran dan tanggung jawab  kita sebagai guru dalam  melaksanakan praktek pembelajaran dengan Model PJBL pada materi Norma dan Keadilan

Latar belakang dari praktik pembelajaran ini adalah peserta didik kelas VII C belum mampu menelaah macam – macam norma serta penerapan dan pelanggaran norma dalam kehidupan bermasyarakat. . Hal ini tampak pada kemampuan dasar peserta didik dalam pemahaman terhadap materi menelaah  contoh penerapan dan pelanggaran  normamasih rendah.

Hal ini sangat penting untuk di bagikan  karena berdasarkan Praktik Pengalaman lapangan (PPL) yang dilakukan banyak perubahan sikap pada peserta didik yang berdampak pada proses pembelajaran. Sikap yang terjadi pada peserta didik seperti :

1. Peserta didik belum aktif dalam kegiatan berdiskusi

2. Peserta didik malu untuk menyampaikan hasil karya

3. Peserta didik terlihat lesu  dan tidak bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar

4. Peserta didik tidak fokus dalam mengikuti kegiatan belajar

5. Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya keaktifan peserta didik dalam kegiatan diskusi kelompok. Kegiatan kelompok hanya didominasi oleh Peserta didik yang tingkat kecerdasannya tinggi

Pada masing-masing kelompok terdiri dari 6-7 peserta didik, akan tetapi yang benar-benar bekerja atau berdiskusi hanya 2/3 orang saja, yang sisanya hanya bermain.

Selain itu kurangnya penggunaan TPACK dalam kegiatan pembelajaran, kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dan kurangnya penerapan model pembelajaran inovatif dikelas dalam proses pembelajaran. Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini adalah sebagai peneliti yaitu meneliti tentang permasalahan yang terjadi selama proses belajar mengajar di kelas dan menyelesaikan masalah-masalah khusus pembelajaran yang dihadapi.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, maka beberapa tantangan yang dihadapi adalah:

1. Masih ada peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi karena peserta didik yang dominan lebih pandai dan pintar yang banyak menyelesaikan diskusi kelompok tersebut.

2. Masih ada peserta didik yang belum percaya diri untuk mempresentasikan hasil laporannya di depan kelas

3. Anggapan peserta didik belajar menelaah unsur-unsur puisi itu sulit sehingga membuat peserta didik lesu dalam menerima pelajaran

Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah peserta didik, pendidik, teman sejawat dan kepala sekolah. Tantangan itu yang menyebabkan pendidik harus melewatinya dengan berbagai cara seperti menerapkan media yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik serta model pembelajaran yang mendukung.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

Tantangan yang ada segera diselesaikan dengan baik oleh saya di antaranya yaitu:

1. Masih ada peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi  dan pembuatan video karena peserta didik yang dominan lebih pandai dan pintar yang banyak menyelesaikan diskusi kelompok tersebut.

Saya lebih intens lagi dalam membimbing peserta didik yang belum memahami tugas yang akan dilakukan, agar peserta didik yang masih pasif dalam kegiatan diskusi dapat berperan aktif di kelompoknya. (Sesuai sintaks 3)

2. Masih ada peserta didik yang belum percaya diri untuk mempresentasikan hasil laporannya di depan kelas.

Saya mendampingi dan memberikan contoh kepada peserta didik baik individu maupun kelompok bagaimana cara mempresentasikan hasil laporan kelompok dan tetap memberikan semangat dan apresiasi kepada peserta didik atau kelompok yang sudah tampil. (Sesuai sintaks 3 dan 4)

3. Berkaitan dengan anggapan peserta didik membuat video penerapan dan pelaksanaan macam macam norma  itu sulit.

Pada kegiatan pendahuluan pembelajaran saya memberikan motivasi dan apersepsi yang bisa membuat peserta didik lebih bersemangat dalam belajar teks puisi.(Sesuai sintaks 1)

Langkah-langkah yang lain juga diambil antara lain,

1.       Berkaitan dengan model pembelajaran

Berdasarkan karakteristik tersebut, langkah-langkah pembelajaran Project Based Learning (PJBL) yang bisa dirancang oleh guru adalah sebagai berikut:

LANGKAH KERJA

AKTIVITAS GURU

AKTIVITAS PESERTA DIDIK

Pertanyaan Mendasar

Guru menyampaikan topik danmengajukan pertanyaan bagaimana cara memecahkan masalah.

Mengajukan pertanyaan mendasar apa yang harus dilakukan peserta didik terhadap topik/ pemecahan masalah.

Mendesain Perencanaan Produk

Guru memastikan setiap peserta didik dalam kelompok memilih dan mengetahui prosedur pembuatan proyek/produk yang akan dihasilkan.

Peserta didik berdiskusi menyusun rencana pembuatan proyek pemecahan masalah meliputi pembagian tugas, persiapan alat, bahan, media, sumber yang dibutuhkan.

Menyusun Jadwal Pembuatan

Guru dan peserta didik membuat kesepakatan tentang jadwal pembuatan proyek (tahapan-tahapan dan pengumpulan).

Peserta didik menyusun jadwal penyelesaian proyek dengan memperhatikan batas waktuyang telah ditentukan bersama.

Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek

Guru memantau keaktifanpeserta didik selama melaksanakan proyek, memantau realisasi perkembangan dan membimbing jika mengalami kesulitan.

Peserta didik melakukan pembuatan proyek sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan, mendiskusikan masalah yang muncul selamapenyelesaian proyek dengan guru.

Menguji Hasil

Guru berdiskusi tentang prototipe proyek, memantau keterlibatan peserta didik, mengukur ketercapaian standar.

Membahas kelayakan proyek yang telah dibuat dan membuat laporan produk/ karya untuk dipaparkan kepada orang lain.

Evaluasi Pengalaman Belajar

Guru membimbing proses pemaparan proyek, menanggapi hasil, selanjutnya guru dan peserta didik merefleksi/ kesimpulan.

Setiap peserta didik memaparkan laporan, peserta didik yang lain memberikan tanggapan, dan bersama guru menyimpulkan hasil proyek.

 

2. Berkaitan dengan bahan ajar dan media ajar

Saya menggunakan bahan ajar berupa PPT per pertemuan juga LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) untuk mengukur ketercapaian belajar peserta didik dan saya juga menggunaakan video pembelajaran yang ditampilkan lewat Televisi yang dihubungkan ke laptop , berbasis TPACK sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.

3. Berkaitan dengan penilaian

Saya juga menggunakan lembar penilaian untuk menilai secara keseluruhan dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Serta lembar penilaian spiritual dan sikap sosial. Tentunya dalam instrumen lengkap mulai dari kisi-kisi, indikator ketercapaian setiapa ranah, dan rubrik penilaian untuk melengkapi penilaian di akhir pembelajaran. Selain itu adal penilaian Pretest dan Post Test melalui Quiziz

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Dampak dari penggunaan model pembelajaran Project  Based Learning dapat membuat pemahaman peserta didik lebih baik dan peserta didik lebih termotivasi terhadap materi menelaah pelanggaran dan penerapan Norma dan Keadila n di kelas &C SMP IT Fitrah Indsani

. Peserta didik bersemangat dalam pembuatan video atau mencari video yang ada di you tube  dan tidak cepat bosan dalam pembelajaran, karena pada saat pembelajaran peserta didik di bagi menjadi beberapa kelompok serta per kelompok diberikan tugas mencari contoh video tentang pelanggaran norma dan penerapannya dalam kehidupan sehari hari yang diberikan oleh pendidik. Hasil yang didapatkan selama proses pembelajaran sangat di luar dugaan , meliahat hasil video tiap kelompok yang sangat bagus baik dalam suarfa ataupun dalam pengeditannya.  Hal ini disebabkan juga karena pemilihan model dan media pembelajaran sudah sesuai dengan materi pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan langkah-langkah tersebut, respon dari lingkungan sekitar yaitu teman sejawat dan kepala sekolah memberikan respon positif

. Faktor yang menunjukkan bahwa model pembelajaran yang telah dilakukan berhasil adalah dengan pemahaman peserta didik dalam belajar dan hasil belajar.

Oleh karena itu, dengan Model Project Based learning yang dipadukan dengan pembuatan video  mengenai pelanggaran dan penerapan norma dalam kehidupan sehari hari  dan media pembelajaran yang menarik, akan meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Demikianlah paparan kami mengenai Best Practice selam mengikuti kegiatan PPG ini semoga dapat bermanfaat bagi semuanya. Mohon maaf atas segala kekurangan

 

 

 

Minggu, 06 Maret 2022

PT SUBASYA TEKNIK PERSADA KONSULTAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL DAN PLUMBING

 

KONSULTAN  MEKANIKAL, ELEKTRIKAL & PLUMBING ( telp dan wa 081210944737 atau  email  ke mmhendrawati@gmail.com 

Kami team konsultan Mekanikal, Elektrikal & Plumbing (MEP) yang telah berbadan Hukum dan  berpengalaman lebih dari 18 tahun baik untuk sebuah kawasan maupun gedung menerima jasa pekerjaan :  baik Feasibility Study maupun Detail Engineering Design  (DED). Berikut  ini adalah item –item pekerjaan yang biasa kita kerjakan : 


A.       Detail Engineering Design  (DED) Jaringan MEKANIKAL, ELEKTRIKAL & PLUMBING untuk sebuah kawasan

I.          MEKANIKAL :

11.  DED Sewage Treatment Plan (STP)

22.   DED Water Treatment Plan (WTP)

II.        ELEKTRIKAL : 
1.      Feasibility Study listrik curah untuk sebuah kawasan industri / pemukiman/ Perkantoran maupun mix used. 
2.      DED Gardu Induk GIS (Gas  Insulated Switchgear) 150 KV.
3.   DED  jaringan listrik sebuah kawasan industri / Pemukiman /  age,mix used

4.   DED  jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebuah kawasan industri / Pemukiman / Perkantoran/ mix.used.
5.  DED  jaringan Penerangan Lampu Taman sebuah kawasan industri / Pemukiman / Perkantoran/ mix.used. 
6.      DED  jaringan Fiber Optic (Data /Telepon) sebuah kawasan industri / Pemukiman / Perkantoran/ mix.used.



III.      PLUMBING :
1.    DED  jaringan Pipa air Bersih sebuah kawasan industri /  
    Pemukiman / Perkantoran/ mix.used. DED  jaringan
2.    DED jaringan Pipa air kotor sebuah kawasan industri /  
    Pemukiman / Perkantoran/ mix.used.
3.      DED Water Treatment Plan (WTP) pengolahan air bersih
4.      DED Sewage Treatment Plan (STP) Pengolahan air kotor

B.      Detail Engineering Design  (DED) Jaringan MEKANIKAL, ELEKTRIKAL & PLUMBING untuk sebuah GEDUNG
     Pekerjaan bidang MEP dalam gedung yang komplex dan harus di  encanakan dari awal.
Bidang perencanaan MEP ini meliputi :
 - Listrik
 - G enset
 - Hidrant / Sprinkle
 - Fire Alarm
 - Penangkal Petir
 - Instalasi air bersih / kotor / hujan / panas
 - IPAL
 - Tata Udara
 - Tata suara
 - CCTV dan MATV
 - dll

Jasa Perencanaan MEP Kawasan :
    a. Gbr desain MEP kawasan, Rp. 5
10.000 / m2
    b. Untuk project borongan,.Nego

Jasa Perencanaan MEP Gedung:
    a. Gbr desain MEP baru, Rp. 40.000,00/m2
    b. RAB + harga analisa+harga barang=.Rp. 15.000,00
    c. Untuk project  borongan, nego

Contact person:
1.  Sugianta/ mantan ME Summarecon, Agung Sedayu Group dan Belaputra intiland: 0812.1094.4737 (wa dan telp)
2.  Ummi Hendrawati  : 0821,2910.2550 (wa dan telp)
3. Ghozi Fawwaz Imtiyazi Labiiba / Alumni  teknik Elektro Universitas  Indonesia  dan S2 Universitas Jayabaya . 0822.1136.2517 (wa)
4.Luthfi Rofif Labiiba 0822 1639 1693  (wa dan telp).Alumni UNJ dan mahasiswa S2 STT Telkom
             
4.       Email: mmhendrawati@gmail.com